Analisis
sistem komunikasi zaman kepemimpinan orde baru dan perbandingan dengan zaman
reformasi
sistem komunikasi zaman kepemimpinan orde baru dan perbandingan dengan zaman
reformasi
Orde baru
yang dibentuk menyusul tumbangnya rezim Orde Lama di bawah Soekarno. Konstitusionalisme
adalah kata kunci penting yang mendominasi wacana yang kiprah politik pada
kurun waktu bentukan orde baru sekitar 1967-1977. Salah satu implementasinya
dalam ruang politik adalah ditegakkannya prinsip perwakilan rakyat dengan
pemilu sebagai tonggak utama dan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat dan
kemudian MPR sebagai lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara yang
menjalankan asas kedaulatan rakyat. Pada tataran resmi, Orde Baru secara
konsisten berusaha mewujudkan konstitusionalisme tersebut dalam wacana dan
kiprah politik. Komunikasi dalam politik akan sangat mempengaruhi kinerja
politik (atau sistem politik) yang sedang dijalankan. Berbagai macam kebijakan
negara tidak akan tersosialisasikan dan terlaksana dengan baik jika tidak
adanya komunikasi. Mengutip pendapaat Gabriel Almond, komunikasi ibarat aliran
darah yang mengalirkan pesan politik berupa tuntutan, protes dan
dukungan(aspirasi dan kepentingan) ke jantung (pusat) pemprosesan sistem
politik. Dan hasil pemprosesan itu dialirkan kembali oleh komunikasi politik
yang selanjutnya menjadi feedback sistem
politik (Nurudin, 2004). Satu realitas yang sangat menarik adalah politik Orde
Baru (Orba). Sebab tanpa disadari, orba telah menciptakan tradisi politik yang
sangat khas dibanding dengan rezim lain. Ia juga sangat relevan kerena kukuh
selama hampir 32 tahun tanpa goyah dan tanpa kontrol secara efektif.
yang dibentuk menyusul tumbangnya rezim Orde Lama di bawah Soekarno. Konstitusionalisme
adalah kata kunci penting yang mendominasi wacana yang kiprah politik pada
kurun waktu bentukan orde baru sekitar 1967-1977. Salah satu implementasinya
dalam ruang politik adalah ditegakkannya prinsip perwakilan rakyat dengan
pemilu sebagai tonggak utama dan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat dan
kemudian MPR sebagai lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara yang
menjalankan asas kedaulatan rakyat. Pada tataran resmi, Orde Baru secara
konsisten berusaha mewujudkan konstitusionalisme tersebut dalam wacana dan
kiprah politik. Komunikasi dalam politik akan sangat mempengaruhi kinerja
politik (atau sistem politik) yang sedang dijalankan. Berbagai macam kebijakan
negara tidak akan tersosialisasikan dan terlaksana dengan baik jika tidak
adanya komunikasi. Mengutip pendapaat Gabriel Almond, komunikasi ibarat aliran
darah yang mengalirkan pesan politik berupa tuntutan, protes dan
dukungan(aspirasi dan kepentingan) ke jantung (pusat) pemprosesan sistem
politik. Dan hasil pemprosesan itu dialirkan kembali oleh komunikasi politik
yang selanjutnya menjadi feedback sistem
politik (Nurudin, 2004). Satu realitas yang sangat menarik adalah politik Orde
Baru (Orba). Sebab tanpa disadari, orba telah menciptakan tradisi politik yang
sangat khas dibanding dengan rezim lain. Ia juga sangat relevan kerena kukuh
selama hampir 32 tahun tanpa goyah dan tanpa kontrol secara efektif.
Kepemimpinan pada era Soeharto pada masa Orde Baru
Kekuatan
rakyat yang besar tersebut akan sangat kontradiktif ketika kita mengamati
perilaku politik Orde Baru (OrBa). Pada
masa Orba, ada kesulitan untuk mendefenisikan sosok rakyat dan posisinya dalam
ruang publik. Posisi rakyat serba tidak jelas bahkan semakin absurb (tidak masuk akal). Ia kadang
diposisikan sebagai kekuatan sentral dan subjek utama dalam sejarah. Namun
begitu ia kadang berada di pinggiran sebagai pihak yang tak berdaya. Rakyat
sering pula menjadi kedok yang dikibarkan kepentingan lain yang tersembunyi.
rakyat yang besar tersebut akan sangat kontradiktif ketika kita mengamati
perilaku politik Orde Baru (OrBa). Pada
masa Orba, ada kesulitan untuk mendefenisikan sosok rakyat dan posisinya dalam
ruang publik. Posisi rakyat serba tidak jelas bahkan semakin absurb (tidak masuk akal). Ia kadang
diposisikan sebagai kekuatan sentral dan subjek utama dalam sejarah. Namun
begitu ia kadang berada di pinggiran sebagai pihak yang tak berdaya. Rakyat
sering pula menjadi kedok yang dikibarkan kepentingan lain yang tersembunyi.
Perilaku politik berubah total tatkala Soeharto mengundurkan
diri dari jabatan presiden, 21 Mei 1998. Sistem sosial dan politik berubah.
Rakyat yang sebelumnya sangat terbelunggu, menjadi bebas bahkan terkesan liar.
diri dari jabatan presiden, 21 Mei 1998. Sistem sosial dan politik berubah.
Rakyat yang sebelumnya sangat terbelunggu, menjadi bebas bahkan terkesan liar.
Sistem komunikasi
pasca Soeharto juga tidak serta merta sistem komunikasi di Indonesia terbuka
sesuai harapan ideal masyarakat. Pasca ini ibarat “kuda lepas dari kandang”.
Semua elemen dalam komunikasi inginnya bebas tanpa kekangan. Pers pun juga
menuntut keterbukaan yang selama ini dikekang oleh pemerintah Habibie mencabut
SIUPP dan mengluarkan UU pokok pers yang baru No. 40 Tahun 1999. Maka,
dimulailah era keterbukaan dimulai.
pasca Soeharto juga tidak serta merta sistem komunikasi di Indonesia terbuka
sesuai harapan ideal masyarakat. Pasca ini ibarat “kuda lepas dari kandang”.
Semua elemen dalam komunikasi inginnya bebas tanpa kekangan. Pers pun juga
menuntut keterbukaan yang selama ini dikekang oleh pemerintah Habibie mencabut
SIUPP dan mengluarkan UU pokok pers yang baru No. 40 Tahun 1999. Maka,
dimulailah era keterbukaan dimulai.
Sehubungan dengan kekuasaan
yang dijalankan pemerintah Orba, Benedict ROG Anderson membandingkan antara
pemerintah Sunan Amangkurat I (Mataram Jawa, Yogyakarta) dengan Soeharto (Orde
Baru). Hasil penelitian Anderson tersebut menyimulkan bahwa kekuasaan Orba
adalah sama dengan kekuasaan Sunan Amangkurat I, Yakni homogen, mengumpul, dan
berjumlah tetap. Artinya, antara pemegang kekuasaan dengan gejala kekuasaan dipandang
merupakan satu kesatuan. Dengan demikian aktivitas politik pada dasarnya harus
terpusat pada si pemegang kekuasaan ( Nurudin, 2004:56). Sejak Orba, presiden
berposisi sebagai pemegang kekuasaan tanpa kontrol sevara efektif.
yang dijalankan pemerintah Orba, Benedict ROG Anderson membandingkan antara
pemerintah Sunan Amangkurat I (Mataram Jawa, Yogyakarta) dengan Soeharto (Orde
Baru). Hasil penelitian Anderson tersebut menyimulkan bahwa kekuasaan Orba
adalah sama dengan kekuasaan Sunan Amangkurat I, Yakni homogen, mengumpul, dan
berjumlah tetap. Artinya, antara pemegang kekuasaan dengan gejala kekuasaan dipandang
merupakan satu kesatuan. Dengan demikian aktivitas politik pada dasarnya harus
terpusat pada si pemegang kekuasaan ( Nurudin, 2004:56). Sejak Orba, presiden
berposisi sebagai pemegang kekuasaan tanpa kontrol sevara efektif.
Ada beberapa catatan yang
bisa ditarik ketika kita memperbincangkan komunikasi sebagai proses politik
sebagai berikut:
bisa ditarik ketika kita memperbincangkan komunikasi sebagai proses politik
sebagai berikut:
1. Komunikasi memiliki peran signifikan dalam menentukan proses
perubahan politik di Indonesia. Ini bisa dilihat pada perubahan format lembaga
kepresidenan yang dahulunya sakral kemudian mengalami desakralisasi. Ini semua
diakibatkan terbinanya komunikasi politik yang lebih baik antara masyarakat dan
pemerintah.
perubahan politik di Indonesia. Ini bisa dilihat pada perubahan format lembaga
kepresidenan yang dahulunya sakral kemudian mengalami desakralisasi. Ini semua
diakibatkan terbinanya komunikasi politik yang lebih baik antara masyarakat dan
pemerintah.
2. Kita pernah mewarisi komunikasi politik yang tertutup(yang
mengakibatkan ideologi politik yang tidak terbuka), penafsiran ada pada pihak
penguasa (mendominasi dan mengontrol semua bagian) sehingga memunculkan
hagemoni komunikasi dan pola komunikasi top
down (yang memunculkan sikap indoktrinatif).
mengakibatkan ideologi politik yang tidak terbuka), penafsiran ada pada pihak
penguasa (mendominasi dan mengontrol semua bagian) sehingga memunculkan
hagemoni komunikasi dan pola komunikasi top
down (yang memunculkan sikap indoktrinatif).
3. Komunikasi masih dipengaruhi oleh tradisi politik masa lalu.
Tradisi politik mementingkan keseimbangan, harmoni, dan keserasian masih
diwujudkan meskipun dalam kenyataannya kadang justru tradisi itu dijadikan alat
legitimasi politik penguasa atas nama stabilitas.
Tradisi politik mementingkan keseimbangan, harmoni, dan keserasian masih
diwujudkan meskipun dalam kenyataannya kadang justru tradisi itu dijadikan alat
legitimasi politik penguasa atas nama stabilitas.
4. Sebagai proses politik komunikasi menjadi alat yang mampu
mengalirkan pesan politik(tuntutan dan dukungan ) kepusat kekuasaan untuk
diproses. Proses itu kemudian dikeluarkan kembali dan seanjutnya menjadi umpan
balik (feedback). Ini artinya,
komunikasi sebagai proses politik adalah aktivitas tanpa henti.
mengalirkan pesan politik(tuntutan dan dukungan ) kepusat kekuasaan untuk
diproses. Proses itu kemudian dikeluarkan kembali dan seanjutnya menjadi umpan
balik (feedback). Ini artinya,
komunikasi sebagai proses politik adalah aktivitas tanpa henti.
Komunikasi yang terjadi
pada proses sosial ini kenyataannya berhadapan antara masyarakat dengan manusia
ada hubungan saling mempengaruhi tersebut dibangun tak lain dengan proses
komunikasi. Dengan kata lain, komunikasi dalam hal ini sebagai sebuah proses
sosial di masyarakat. Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik diantara berbagai kehidupan
bersama (individu, masyarakat, organisasi, lembaga kemasyarakatan, asosiasi,
dan lain-lain). Dalam hubungannnya dengan proses sosial, komunikasi menjadi
sebuah cara dalam melakukan perubahan sosial (social change). Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam
masyarakat kerena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam
usahanya melakukan perubahan. Nemun begitu, komunikasi juga tak akan lepas dari
konteks sosialnya.
pada proses sosial ini kenyataannya berhadapan antara masyarakat dengan manusia
ada hubungan saling mempengaruhi tersebut dibangun tak lain dengan proses
komunikasi. Dengan kata lain, komunikasi dalam hal ini sebagai sebuah proses
sosial di masyarakat. Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik diantara berbagai kehidupan
bersama (individu, masyarakat, organisasi, lembaga kemasyarakatan, asosiasi,
dan lain-lain). Dalam hubungannnya dengan proses sosial, komunikasi menjadi
sebuah cara dalam melakukan perubahan sosial (social change). Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam
masyarakat kerena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam
usahanya melakukan perubahan. Nemun begitu, komunikasi juga tak akan lepas dari
konteks sosialnya.
Komunikasi sebagai proses
sosial adalah bagian integral dari masyarakat. Secara garis besar komunikasi
sebagai proses sosial di masyarakat memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
sosial adalah bagian integral dari masyarakat. Secara garis besar komunikasi
sebagai proses sosial di masyarakat memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Komunikasi menghubungkan antarberbagai komponen masyarakat.
Komponen disini tidak hanya individu dan masyarakat saja, melainkan juga
berbagai bentuk lembaga sosial (pers, humas, universitas), asosiasi,
stratifikasi sosial, organisasi desa.
Komponen disini tidak hanya individu dan masyarakat saja, melainkan juga
berbagai bentuk lembaga sosial (pers, humas, universitas), asosiasi,
stratifikasi sosial, organisasi desa.
2. Komunikasi membuka peradaban (civilization) baru manusia. Menurut Koentjaraningrat (1997),
istilah peradaban dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan
yang halus dan indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan serta sopan santun dan
sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu struktur masyarakat yang kompleks
pula. Komunikasi telah mengantarkan peradaban negara Barat menjadi maju dalam
ilmu pengetahuan.
istilah peradaban dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan
yang halus dan indah, seperti kesenian, ilmu pengetahuan serta sopan santun dan
sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu struktur masyarakat yang kompleks
pula. Komunikasi telah mengantarkan peradaban negara Barat menjadi maju dalam
ilmu pengetahuan.
3. Komunikasi adalah menifestasi kontrol sosial dalam
masyarakat. Berbagai nilai (value),
norma (norm), peran (role), cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan adat (customs)
dalam masyarakat yang mengalami penyimpangan (deviasi) akan dikontrol dengan komunikasi, baik melalui bahasa
lisan, sikap apatis atau perilaku nonverbal individu.
masyarakat. Berbagai nilai (value),
norma (norm), peran (role), cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan adat (customs)
dalam masyarakat yang mengalami penyimpangan (deviasi) akan dikontrol dengan komunikasi, baik melalui bahasa
lisan, sikap apatis atau perilaku nonverbal individu.
4. Tanpa bisa diingkari komunikasi berperan dalam sosialisasi
nilai ke masyarakat. Bagaimana sebuah norma kesopanan disosialisasikan kepada
generasi muda dengan contoh perilaku orangtua (nonverbal) atau dengan peryataan
nasihat langsung (verbal); juga bisa
dilihat ketika seorang anak dimarahi orang tua gara-gara berkata jorok didepan
orang tuanya.
nilai ke masyarakat. Bagaimana sebuah norma kesopanan disosialisasikan kepada
generasi muda dengan contoh perilaku orangtua (nonverbal) atau dengan peryataan
nasihat langsung (verbal); juga bisa
dilihat ketika seorang anak dimarahi orang tua gara-gara berkata jorok didepan
orang tuanya.
5. Individu berkomunikasi dengan orang lain menunjukkan jati
diri kemanusiaannya. Seseorang akan diketahui jati dirinya sebagai manusia
karena menggunakan komunikasi. Itu juga berarti komunikasi menunjukkan
identitas sosial seseorang. Misalnya, penggunaan bahasa dari kalangan “bawah”
dengan kalangan ningrat akan berbeda. Dalam pribahasa sering dikenal bahasa
menunjukkan bangsa. Bahasa sebagai alat komunikasi menunjukkan jati diri
individu yang bersangkutan.
diri kemanusiaannya. Seseorang akan diketahui jati dirinya sebagai manusia
karena menggunakan komunikasi. Itu juga berarti komunikasi menunjukkan
identitas sosial seseorang. Misalnya, penggunaan bahasa dari kalangan “bawah”
dengan kalangan ningrat akan berbeda. Dalam pribahasa sering dikenal bahasa
menunjukkan bangsa. Bahasa sebagai alat komunikasi menunjukkan jati diri
individu yang bersangkutan.
Sedangkan komunikasi yang
terjadi pada budaya ialah komunikasi yang ditujukan pada orang atau kelompok
lain adalah sebuah pertukaran kebudayaan. Misalnya, anda berkomunikasi dengan
suku Aborigin Australia, secara tidak langsung Anda sedang berkomunikasi
berdasarkan kebudayaan tertentu milik Anda untuk menjalin kerja sama atau
mempengaruhi kebudayaan lain. Hubungan antara komunikasi dengan isi kebudayaan
ialah:
terjadi pada budaya ialah komunikasi yang ditujukan pada orang atau kelompok
lain adalah sebuah pertukaran kebudayaan. Misalnya, anda berkomunikasi dengan
suku Aborigin Australia, secara tidak langsung Anda sedang berkomunikasi
berdasarkan kebudayaan tertentu milik Anda untuk menjalin kerja sama atau
mempengaruhi kebudayaan lain. Hubungan antara komunikasi dengan isi kebudayaan
ialah:
1. Dalam mempraktikkan komunikasi manusia membutuhkan
peralatan-peralatan tertentu. Secara minimal komunikasi membutuhkan sarana
berbicara, seperti mulut, bibir dan hal-hal yang berkaitan dengan bunyi ujaran.
peralatan-peralatan tertentu. Secara minimal komunikasi membutuhkan sarana
berbicara, seperti mulut, bibir dan hal-hal yang berkaitan dengan bunyi ujaran.
2. Komunikasi menghasilkan mata pencaharian hidup manusia.
Komunikasi yang dilakukan lewat televisi misalnya, membutuhkan orang yang
digaji untuk “mengurusi” televisi.
Komunikasi yang dilakukan lewat televisi misalnya, membutuhkan orang yang
digaji untuk “mengurusi” televisi.
3. Sistem kemasyrakatan menjadi bagian tak terpisahkan dari
komunikasi, misalnya sistem hukum Indonesia. Dalam bidang pers dibutuhkan
jaminan kepastian hukum agar terwujud kebebasan pers.
komunikasi, misalnya sistem hukum Indonesia. Dalam bidang pers dibutuhkan
jaminan kepastian hukum agar terwujud kebebasan pers.
4. Komunikasi akan menemukan bentuknya secara lebih baik
manakala menggunakan bahasa sebagai alat penyampai pesan kepada orang lain.
manakala menggunakan bahasa sebagai alat penyampai pesan kepada orang lain.
5. Sistem pengetahuan atau ilmu pengetahuan merupakan substansi
yang tak lepas dari komunikasi.
yang tak lepas dari komunikasi.
Pemerintahan Orde Baru dibawah pimpinan Jenderal Soeharto
yang mulai memegang kekuasaan pada bulan Maret 1996 memberikan prioritas utama
bagi pemulihan roda perekonomian. Satu perubahan ekonomi yang sangat penting
yang sangat terjadi di Indonesia selama sepuluh tahun belakangan ini adalah
penerapan teknologi baru diberbagai bidang kegiatan ekonomi beserta
akibat-akibat yang timbul darinya, terutama yang terjadi didaerah perdesaan.
Bidang pertanian diawal pemerintahan Orde Baru, bersamaan dengan timbulnya
revolusi hijau, telah mengakibatkan banyak perubahan dalam tata cara penanaman
padi.
yang mulai memegang kekuasaan pada bulan Maret 1996 memberikan prioritas utama
bagi pemulihan roda perekonomian. Satu perubahan ekonomi yang sangat penting
yang sangat terjadi di Indonesia selama sepuluh tahun belakangan ini adalah
penerapan teknologi baru diberbagai bidang kegiatan ekonomi beserta
akibat-akibat yang timbul darinya, terutama yang terjadi didaerah perdesaan.
Bidang pertanian diawal pemerintahan Orde Baru, bersamaan dengan timbulnya
revolusi hijau, telah mengakibatkan banyak perubahan dalam tata cara penanaman
padi.
Sistem pers dalam sistem komunikasi
Sistem pers adalah
subsistem dari sistem komunikasi Indonesia, yang menempatkan sistem kenegaraan
Indonesia sebagai suprasistemnya. Unsur yang paling penting dalam sistem pers
adalah media massa (cetak dan elektronik). Media massa menjalankan fungsi unuk
mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Melalui media, masyarakat dapat
menyetujui atau menolak kebijakan pemerintah. Lewat media pula berbagai inovasi
atau pembaruan bisa dilaksanakan oleh masyarakat. Inilah peran pentingnya pers.
Pers memiliki dua sisi kedudukan. Pertama,
sebagai medium komunikasi yang tertua dibanding medium yang lain. Kedua, pers sebagai lembaga
kemasyarakatan atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat
dan bukan merupakan unsur asing atau terpisah (Nurudin, 2004).
subsistem dari sistem komunikasi Indonesia, yang menempatkan sistem kenegaraan
Indonesia sebagai suprasistemnya. Unsur yang paling penting dalam sistem pers
adalah media massa (cetak dan elektronik). Media massa menjalankan fungsi unuk
mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Melalui media, masyarakat dapat
menyetujui atau menolak kebijakan pemerintah. Lewat media pula berbagai inovasi
atau pembaruan bisa dilaksanakan oleh masyarakat. Inilah peran pentingnya pers.
Pers memiliki dua sisi kedudukan. Pertama,
sebagai medium komunikasi yang tertua dibanding medium yang lain. Kedua, pers sebagai lembaga
kemasyarakatan atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat
dan bukan merupakan unsur asing atau terpisah (Nurudin, 2004).
Pada pembahasan ini kita flashback lagi fenomena pers pada ere
Orde Baru. Selain sebagai upaya pengayaan wacana, juga untuk merangkai jejak
perkembangan pers Indonesia sehingga diperoleh pemahaman yang lebih utuh. Jika
dicermati, berbagai peringatan pemerintah Orde Baru tersebut justru memicu
kerena kepedulian pers pada kepentingan masyarakat. Ini artinya, pers yang
mendapat peringatan pemerintah sama saja dia mempunyai otonomi, sebab ia berani
menentukan pilihannya untuk berpihak pada masyarakat. Pembatalan tiga
penerbitan sekaligus pada 21 Juni 1994 (Tempo,
Editor, DeTIK), salah satunya dipidu oleh semangat pers untuk memelihara
otonominya meskipun pada akhirnya terbentur oleh keperkasaan negara. Tidak bisa
dipungkiri dominasi pemerintah pernah sangat kuat dalam kehidupan pers pada era
kekuasaan rezim Orde Baru.
Orde Baru. Selain sebagai upaya pengayaan wacana, juga untuk merangkai jejak
perkembangan pers Indonesia sehingga diperoleh pemahaman yang lebih utuh. Jika
dicermati, berbagai peringatan pemerintah Orde Baru tersebut justru memicu
kerena kepedulian pers pada kepentingan masyarakat. Ini artinya, pers yang
mendapat peringatan pemerintah sama saja dia mempunyai otonomi, sebab ia berani
menentukan pilihannya untuk berpihak pada masyarakat. Pembatalan tiga
penerbitan sekaligus pada 21 Juni 1994 (Tempo,
Editor, DeTIK), salah satunya dipidu oleh semangat pers untuk memelihara
otonominya meskipun pada akhirnya terbentur oleh keperkasaan negara. Tidak bisa
dipungkiri dominasi pemerintah pernah sangat kuat dalam kehidupan pers pada era
kekuasaan rezim Orde Baru.
Yang menjadi perbandingan Orde Baru dengan Orde Reformasi itu ialah
reformasi yang berarti memiliki perbedaan politik dengan segala sesuatu yang
berhubungan dengan politik Orde Baru. Dimana sistem komunikasi pada Orde
Reformasi lebih bersifat terbuka dan bebas serta reformasi mengalami
pertumbuhan yang lebih meningkat dengan orde baru. Pertumbuhan yang sangat
pesat sehingga mempengaruhi peningkatan pada orde tersebut.
reformasi yang berarti memiliki perbedaan politik dengan segala sesuatu yang
berhubungan dengan politik Orde Baru. Dimana sistem komunikasi pada Orde
Reformasi lebih bersifat terbuka dan bebas serta reformasi mengalami
pertumbuhan yang lebih meningkat dengan orde baru. Pertumbuhan yang sangat
pesat sehingga mempengaruhi peningkatan pada orde tersebut.
Orde Reformasi menunjukkan kebenaran sederhana yang kiranya semua
orang telah tahu, yaitu bahwa banyak dari pandangan-pandangan asasi reformasi
itu, seperti kebebasan menyatakan pendapat, berkumpul, dan berserikat, adalah pengalaman
pertama bagi kebanyakan warga negara. Agenda reformasi sekarang ini harus
dijalankan dengan sikap cukup hati-hati, sehingga tidak menjurus kepada
lahirnya keadaan yang kontraprodukti. Soal kebebasan, misalnya, agaknya
kearifan lama (yang sering terdengar klise) masih tetap, dan akan selamanya,
berlaku, yaitu bahwa kebebasan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab.
Jika terjadi kegagalan dalam eksperimentasi sekarang in, maka berarti penundaan
untuk kesekian alnya bagi pelaksanaann demokrasi di Indonesia.
orang telah tahu, yaitu bahwa banyak dari pandangan-pandangan asasi reformasi
itu, seperti kebebasan menyatakan pendapat, berkumpul, dan berserikat, adalah pengalaman
pertama bagi kebanyakan warga negara. Agenda reformasi sekarang ini harus
dijalankan dengan sikap cukup hati-hati, sehingga tidak menjurus kepada
lahirnya keadaan yang kontraprodukti. Soal kebebasan, misalnya, agaknya
kearifan lama (yang sering terdengar klise) masih tetap, dan akan selamanya,
berlaku, yaitu bahwa kebebasan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab.
Jika terjadi kegagalan dalam eksperimentasi sekarang in, maka berarti penundaan
untuk kesekian alnya bagi pelaksanaann demokrasi di Indonesia.
Ada tiga dimensi atau lapisan reformasi yang secara analitis harus
dibedakan. Pertama, perbaikan
terhadap semua penyimpangan yang terjadi. (penyimpangan artinya sesuatu yang
sejak lama secara hukum dan ideologis serta sense
of propriety telah dianggap tidak benar dan tidak pantas). KKN dan
pelanggaran HAM yang bermacam-macam corak itu termasuk dalam dimensi ini. Kedua, penghapusan segala faktor. Baik
yang berupa perundangan dan hukum serta kelembagaan, maupun sistem politik,
yang telah memungkinkan penyimpangan itu
terjadi. Dan, ketiga, peletakan dasar
baru dari kehidupan kenegaraan. Hasil akhir dari reformasi politik, ekonomi,
dan hukum yang diselenggarakan negara akan memberi dampak langsung dalam
wilayah kemasyarakatan. Formasi sosial, landasan etika sosial, serta orientasi
kultural yang baru akan terbentuk.
dibedakan. Pertama, perbaikan
terhadap semua penyimpangan yang terjadi. (penyimpangan artinya sesuatu yang
sejak lama secara hukum dan ideologis serta sense
of propriety telah dianggap tidak benar dan tidak pantas). KKN dan
pelanggaran HAM yang bermacam-macam corak itu termasuk dalam dimensi ini. Kedua, penghapusan segala faktor. Baik
yang berupa perundangan dan hukum serta kelembagaan, maupun sistem politik,
yang telah memungkinkan penyimpangan itu
terjadi. Dan, ketiga, peletakan dasar
baru dari kehidupan kenegaraan. Hasil akhir dari reformasi politik, ekonomi,
dan hukum yang diselenggarakan negara akan memberi dampak langsung dalam
wilayah kemasyarakatan. Formasi sosial, landasan etika sosial, serta orientasi
kultural yang baru akan terbentuk.
Kepemimpinan pada era Habibie pada masa Reformasi
B.J Habibie adalah presiden
ketiga setelah soeharto turun. Kekuasaan presiden yang sangat absolut sedikit
demi sedikit dikurangi dengan adanya desakralisasi lembaga kepresidenan.
Habibie sangat terbuak, bahkan terhadap kritik dan cacaian yang dialamatkan
kepadanya. Kebebasan politik diciptakan, sehingga masyarakat bebas berbuat
sesuatu. Boleh demonstrasi, protes dan sebagainya yang nyaris tidak boleh
dilaksanakan pada Zaman Soeharto. Kebebasan politik ini menjadikan masyarakat
berada pada titik kulminasi emosi tertinggi, sehingga keadaan ini justru
membuat pemerintah kewalahan. Tetapi itulah konsekuensi pelaksanaan kebijakan
Habibie. Contohnya perubahan dalam bidang politik. Pemerintahan Habibie
memperbarui berbagai perundang-undangan dalam rangka meningkatkan kualitas
kehidupn berpolitik yang mengarah pada pemilu seperti yang diamanatkan oleh
GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara). dalam bidang hukum perubahan yang
dilakukan dengan meninjau kembali undang-undang subversi. Dibidang ekonomi
perubahan menekankan pada percepatan penyelesaian undang-undang yang dapat
menghilangkan praktik-praktik monopoli dan persaingan yang tidak sehat. Selain itu
kabinet bentukan soeharto dibubarkan oleh Habibie membentuk kabinet baru dengan
struktur yang baru pula.
ketiga setelah soeharto turun. Kekuasaan presiden yang sangat absolut sedikit
demi sedikit dikurangi dengan adanya desakralisasi lembaga kepresidenan.
Habibie sangat terbuak, bahkan terhadap kritik dan cacaian yang dialamatkan
kepadanya. Kebebasan politik diciptakan, sehingga masyarakat bebas berbuat
sesuatu. Boleh demonstrasi, protes dan sebagainya yang nyaris tidak boleh
dilaksanakan pada Zaman Soeharto. Kebebasan politik ini menjadikan masyarakat
berada pada titik kulminasi emosi tertinggi, sehingga keadaan ini justru
membuat pemerintah kewalahan. Tetapi itulah konsekuensi pelaksanaan kebijakan
Habibie. Contohnya perubahan dalam bidang politik. Pemerintahan Habibie
memperbarui berbagai perundang-undangan dalam rangka meningkatkan kualitas
kehidupn berpolitik yang mengarah pada pemilu seperti yang diamanatkan oleh
GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara). dalam bidang hukum perubahan yang
dilakukan dengan meninjau kembali undang-undang subversi. Dibidang ekonomi
perubahan menekankan pada percepatan penyelesaian undang-undang yang dapat
menghilangkan praktik-praktik monopoli dan persaingan yang tidak sehat. Selain itu
kabinet bentukan soeharto dibubarkan oleh Habibie membentuk kabinet baru dengan
struktur yang baru pula.
Kepemimpinan era K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur ) pada masa
Reformasi
Reformasi
K.H Abdurrahman Wahid (Gus
Dur ) juga giat membangun demokratisasi. Disamping menciptakan desakralisasi
lembaga kepresidenan, ia juga mengadakan komunikasi dengan warga masyarakat
secara lebih baik, misalnya setiap selesai sholat Jumat beliau mengadakan dialog
dengan jamaah. Dengan komunikasi sebagai proses politik, berbagai tatanan
masyarakat akan berubah. Misalnya trasisionalisme.
Dur ) juga giat membangun demokratisasi. Disamping menciptakan desakralisasi
lembaga kepresidenan, ia juga mengadakan komunikasi dengan warga masyarakat
secara lebih baik, misalnya setiap selesai sholat Jumat beliau mengadakan dialog
dengan jamaah. Dengan komunikasi sebagai proses politik, berbagai tatanan
masyarakat akan berubah. Misalnya trasisionalisme.
unsur-unsur yang mempengaruhi
efektivitas pelaksanaan komunikasi penyuluhan
efektivitas pelaksanaan komunikasi penyuluhan
Unsur-unsur dalam proses komunikasi
ialah:
ialah:
·
Sumber atau transmiter mengirimkan pesan
melalui saluran kepada penerima.
Sumber atau transmiter mengirimkan pesan
melalui saluran kepada penerima.
·
Penerima
menguraikan atau mengartikan pesan (menuangkan arti pada simbol) dan
mengembangkan suatu gagasan didalam pikirannya yang mungkin atau tidak akan
digunakan (efek komunikasi).
Penerima
menguraikan atau mengartikan pesan (menuangkan arti pada simbol) dan
mengembangkan suatu gagasan didalam pikirannya yang mungkin atau tidak akan
digunakan (efek komunikasi).
·
Sumber
mengamati efek tersebut menggunakannya untuk mengevaluasi dampak pesannya
(umpan balik).
Sumber
mengamati efek tersebut menggunakannya untuk mengevaluasi dampak pesannya
(umpan balik).
Simbol adalah unsur fisik yang penting bagi
sumber dan penerima. Bentuknya dapat berupa verbal (lisan) seperti kata-kata;
atau visual, seperti tanda-tanda , isyarat atau gambar. Ini merupakan rangkaian
penting bagi komunikasi. Manusia tidak akan memberikan arti yang benar-benar
sama terhadap suatu simbol karena sumber dan penerima mungkin memberi dan
menguraikan lambang suatu pesan dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, dua
orang menggunakan kata yang sama tetapi memberi penafsiran yang berlainan.
Besarnya bagian yang bertumpang tindih menentukan keefektifan komunikasi yang
terjadi, yaitu saat dimilikinya pengertian sama. Dengan demikian, komunikasi didefenisikan sebagai proses mengirim
dan menerima pesan melalui saluran yang
menciptakan pengertian yang sama antara sumber dan penerima.
sumber dan penerima. Bentuknya dapat berupa verbal (lisan) seperti kata-kata;
atau visual, seperti tanda-tanda , isyarat atau gambar. Ini merupakan rangkaian
penting bagi komunikasi. Manusia tidak akan memberikan arti yang benar-benar
sama terhadap suatu simbol karena sumber dan penerima mungkin memberi dan
menguraikan lambang suatu pesan dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, dua
orang menggunakan kata yang sama tetapi memberi penafsiran yang berlainan.
Besarnya bagian yang bertumpang tindih menentukan keefektifan komunikasi yang
terjadi, yaitu saat dimilikinya pengertian sama. Dengan demikian, komunikasi didefenisikan sebagai proses mengirim
dan menerima pesan melalui saluran yang
menciptakan pengertian yang sama antara sumber dan penerima.
Komunikasi
yang efektif ialah:
yang efektif ialah:
·
Pahami
diri kita sendiri dan mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan kita.
Pahami
diri kita sendiri dan mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan kita.
·
Pahami
orang lain.
Pahami
orang lain.
·
Pahami
pesan yang kita dapat.
Pahami
pesan yang kita dapat.
·
Pahami
media yang kita gunakan
Pahami
media yang kita gunakan
·
Gunakan
bahasa yang menakjubkan, jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit.
Gunakan
bahasa yang menakjubkan, jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit.
Syarat
komunikasi yang efektif ialah:
komunikasi yang efektif ialah:
a. Adanya keterbukaan dalam penyampaian informasi
b. Empati dalam memproyeksikan dirinya
terhadap diri orang lain.
terhadap diri orang lain.
c. Kepositifan yang dimiliki kapada diri
sendiri atau kepada orang lain.
sendiri atau kepada orang lain.
d. Dukungan, sikap yang dilihatkan
komunikator bahwa poses komunikasi didukung oleh narasumber.
komunikator bahwa poses komunikasi didukung oleh narasumber.
e. Kesamaan (equality), adanya hubungan
kesamaan antara komunikator dan khalayak dalam penyampaian informasi atau
pesan.
kesamaan antara komunikator dan khalayak dalam penyampaian informasi atau
pesan.
Program penyuluhan bisa dianalisis untuk
mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi situasi. Dalam analisis
seperti itu, ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan seagai berikut.
mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi situasi. Dalam analisis
seperti itu, ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan seagai berikut.
1.
Variabel sumber. Pengetahuan, sikap, keterampilan,
berkomunikasi dan status sosial penyuluh akan mempengaruhi keefektifan sebagai
komunikator.
Variabel sumber. Pengetahuan, sikap, keterampilan,
berkomunikasi dan status sosial penyuluh akan mempengaruhi keefektifan sebagai
komunikator.
2.
Variabel pesan. Kode atau bahasa yang terkandung pada
pesan maupun isi dan strukturnya, akan turut berpengaruh. Sebagai contoh, agen
penyuluhan yang merancang pesan mengenai penggunaan yang aman bahan kimiawi
untuk pertanian .
Variabel pesan. Kode atau bahasa yang terkandung pada
pesan maupun isi dan strukturnya, akan turut berpengaruh. Sebagai contoh, agen
penyuluhan yang merancang pesan mengenai penggunaan yang aman bahan kimiawi
untuk pertanian .
3.
Veriabel saluran. Penyuluh dapat mengidentifikasi untuk
menghubungi petani dengan tatap muka, berkelompok, media cetak, radio, televisi
atau dengan kombinasi deri berbagai saluran tersebut.
Veriabel saluran. Penyuluh dapat mengidentifikasi untuk
menghubungi petani dengan tatap muka, berkelompok, media cetak, radio, televisi
atau dengan kombinasi deri berbagai saluran tersebut.
4.
Variabel penerima. Sama halnya dengan sumber, ditemukan
bahwa keterampilan berkomunikasi, sikap, pengetahuan dan latar belakang sosial
penerima mempengaruhi cara menerima dan menafsirkan pesan.
Variabel penerima. Sama halnya dengan sumber, ditemukan
bahwa keterampilan berkomunikasi, sikap, pengetahuan dan latar belakang sosial
penerima mempengaruhi cara menerima dan menafsirkan pesan.
Ada beberapa hal lain yang perlu
diperhatikan dalam memilih saluran komunikasi.
diperhatikan dalam memilih saluran komunikasi.
1)
Sejauh
mana penerima terlibat di dalam kegiatan yang berkaitan dengan pesannya.
Sejauh
mana penerima terlibat di dalam kegiatan yang berkaitan dengan pesannya.
2)
Besarnya
pendengar atau pemirsa. Siaran radio dapat menjangkau jutaan pendengar.
Pendengar yang jumlahnya besar tidak menjamin sistem belajar yang ekstensif.
Besarnya
pendengar atau pemirsa. Siaran radio dapat menjangkau jutaan pendengar.
Pendengar yang jumlahnya besar tidak menjamin sistem belajar yang ekstensif.
3)
Karakter
pemirsa atau pendengar yang dicapai. Pendengar siaran ilmiah dari radio
misalnya, lebih tertarik pada materi siarannya dan berpendidikan lebih baik
daripada pendengar program olahraga.
Karakter
pemirsa atau pendengar yang dicapai. Pendengar siaran ilmiah dari radio
misalnya, lebih tertarik pada materi siarannya dan berpendidikan lebih baik
daripada pendengar program olahraga.
4)
Siapa
yang mengontrol langkah komunikasi? Pendengar dengan tingkat pendidikan lebih
rendah memerlukan waktu lebih banyak untuk memahami pesan daripada mereka yang
lebih berpendidikan.
Siapa
yang mengontrol langkah komunikasi? Pendengar dengan tingkat pendidikan lebih
rendah memerlukan waktu lebih banyak untuk memahami pesan daripada mereka yang
lebih berpendidikan.
5)
Biaya
per orang juga tercapai secara efektif
Biaya
per orang juga tercapai secara efektif
Agen penyuluhan dimungkinkan untuk
berkomunikasi dengan petani melalui cara demikian: “bahwa penyuluh adalah
seorang yang seharusnya tahu memecahkan masalah petani”, dan diteruskan dengan:
“mari kita bekerja sama untuk menemukan pemecahan masalah Anda.” Komunikasi
nonverbal sangat penting antara agen penyuluhan dan petani karena dengan
kata-kata saja sering tidak bisa terungkapkan ketulusan dalam membantu petani
memecahkan masalahnya. Agen penyuluhan agar sadar akan kata-kata yang diucapkan
tetapi kurang terhadap isyarat nonverbal yang dikirim atau diterima.
berkomunikasi dengan petani melalui cara demikian: “bahwa penyuluh adalah
seorang yang seharusnya tahu memecahkan masalah petani”, dan diteruskan dengan:
“mari kita bekerja sama untuk menemukan pemecahan masalah Anda.” Komunikasi
nonverbal sangat penting antara agen penyuluhan dan petani karena dengan
kata-kata saja sering tidak bisa terungkapkan ketulusan dalam membantu petani
memecahkan masalahnya. Agen penyuluhan agar sadar akan kata-kata yang diucapkan
tetapi kurang terhadap isyarat nonverbal yang dikirim atau diterima.
Penyuluhan menghendaki kemampuan yang
tinggi dari agen penyuluhan dengan sikap positif terhadap petani, terutama
hubungan pribadi dalam diskusi bersama. Brammer mengemukakan empat persyaratan
bagi agen penyuluhan yang ingin membantu petani dengan efektif sebagai berikut.
tinggi dari agen penyuluhan dengan sikap positif terhadap petani, terutama
hubungan pribadi dalam diskusi bersama. Brammer mengemukakan empat persyaratan
bagi agen penyuluhan yang ingin membantu petani dengan efektif sebagai berikut.
1.
Mereka
seharusnya menyadari nilai-nilainya dan bertanya pada dirinya sendiri,
“siapakah saya?” dan “apa yang penting bagi saya?” dengan ini mereka dapat
mengembangkan suatu gambaran yang jelas tentang diri dan tujuannya.
Mereka
seharusnya menyadari nilai-nilainya dan bertanya pada dirinya sendiri,
“siapakah saya?” dan “apa yang penting bagi saya?” dengan ini mereka dapat
mengembangkan suatu gambaran yang jelas tentang diri dan tujuannya.
2.
Mereka
seharusnya menyadari akan perasaannya sendiri, terutma hubungannya dengan
petani.
Mereka
seharusnya menyadari akan perasaannya sendiri, terutma hubungannya dengan
petani.
3.
Agen
penyuluhan merupakan sokoguru bagi petani dalam hal kemampuan memecahkan
masalah dan perilaku emosionalnya.
Agen
penyuluhan merupakan sokoguru bagi petani dalam hal kemampuan memecahkan
masalah dan perilaku emosionalnya.
4.
Agen
penyuluhan yang efektif mempunyai minat yang kuat terhadap sesamanya dan
perubahan sosial.
Agen
penyuluhan yang efektif mempunyai minat yang kuat terhadap sesamanya dan
perubahan sosial.
Pengaruh
pendekatan-pendekatan komunikasi penyuluhan telah mampu menumbuhkan kesadaran
dan perhatian pada masyarakat petani serta masyarakat yang di desa. Pendekatan
melalui media pendidikan kelihatannya kurang efektif dalam menjangkau
masyarakat desa dibandingkan dengan pendekatan penyuluhan dan pembangunan
masyarakat. Media pendidikan akan efektif berperan manakala dikaitkan dengan
kepentingan-kepentingan para pemuka pendapat di desa. Pendekatan komunikasi
ideologi tidak hanya mengusahakan agar masyarakat menerima pola perilaku baru
tetapi juga menjelaskan mengapa
perubahan perilaku sangat penting bagi masyarakat maupun bangsa. Hal yang
menjadi penting bagi penyuluhan dalam komunikasi ialah mengubah apa yang
dilakukan orang tanpa mengubah orangnya. Apa yang dilakukan orang orang bukan
dengan cara mengubah apa yang ada dalam dirinya tetapi dengan mengubah
lingkungan dan kondisi dalam mana ia bertindak.
pendekatan-pendekatan komunikasi penyuluhan telah mampu menumbuhkan kesadaran
dan perhatian pada masyarakat petani serta masyarakat yang di desa. Pendekatan
melalui media pendidikan kelihatannya kurang efektif dalam menjangkau
masyarakat desa dibandingkan dengan pendekatan penyuluhan dan pembangunan
masyarakat. Media pendidikan akan efektif berperan manakala dikaitkan dengan
kepentingan-kepentingan para pemuka pendapat di desa. Pendekatan komunikasi
ideologi tidak hanya mengusahakan agar masyarakat menerima pola perilaku baru
tetapi juga menjelaskan mengapa
perubahan perilaku sangat penting bagi masyarakat maupun bangsa. Hal yang
menjadi penting bagi penyuluhan dalam komunikasi ialah mengubah apa yang
dilakukan orang tanpa mengubah orangnya. Apa yang dilakukan orang orang bukan
dengan cara mengubah apa yang ada dalam dirinya tetapi dengan mengubah
lingkungan dan kondisi dalam mana ia bertindak.
Tujuan dalam penyuluhan ini untuk merubah perilaku yang dikehendaki
sebagai hasil penyuluhan. Serta dapat menjembatani kesenjangan antara praktik
yang biasa dijalankan oleh para petani dengan pengetahuan dan teknologi yang
selalu berkembang menjadi kebutuhan para petani tersebut. Kegiatan penyuluhan
ini bertujuan menyampaikan informasi.
Penyuluh sebagai agen perubahan. Hal
ini tercermin dalam peranan utama seorang agen perubahan (Havelock, 1973),
yaitu:
ini tercermin dalam peranan utama seorang agen perubahan (Havelock, 1973),
yaitu:
1)
Sebagai
katalisator, yang mengerakkan masyarakat untuk mau melakukan perubahan .
Sebagai
katalisator, yang mengerakkan masyarakat untuk mau melakukan perubahan .
2)
Sebagai
pemberi pemecahan persoalan.
Sebagai
pemberi pemecahan persoalan.
3)
Sebagai
pembantu proses perubahan.
Sebagai
pembantu proses perubahan.
4)
Sebagai
penghubung sengan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi.
Sebagai
penghubung sengan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi.
REFERENSI
Rasyid,
Anuar.2011.Komunikasi Penyuluhan.Pekanbaru:Pusat
Pengembangan Pendidikan.
Anuar.2011.Komunikasi Penyuluhan.Pekanbaru:Pusat
Pengembangan Pendidikan.
Rogers,
Everett.1976.Komunikasi dan Pembangunan.Jakarta:
LP3ES.
Everett.1976.Komunikasi dan Pembangunan.Jakarta:
LP3ES.
Booth,
Anne. dan Mc Cawley Peter.1981.Ekonomi
Orde Baru.Malaysia:Oxford University.
Anne. dan Mc Cawley Peter.1981.Ekonomi
Orde Baru.Malaysia:Oxford University.
Arifin,
Anwar.2011.Sistem Komunikasi Indonesia.Bandung:Simbiosa
Rekatama Media.
Anwar.2011.Sistem Komunikasi Indonesia.Bandung:Simbiosa
Rekatama Media.
BIKN.2003.Sistem Komunikasi Indonesia Baru.Jawa
Tengah:Direktorat Publikasi Pemerintah Badan Informsi dan Komunikasi Nasional.
Tengah:Direktorat Publikasi Pemerintah Badan Informsi dan Komunikasi Nasional.
Hikam,
Muhammad.1999.Politik Kewarganegaraan.Jakarta:PT
Gelora Aksara Pratama.
Muhammad.1999.Politik Kewarganegaraan.Jakarta:PT
Gelora Aksara Pratama.
Harun,
Rochajat. dan Ardianto Elvinaro.2012.Komunikasi
Pembangunan Perubahan Sosial.Jakarta:PT Rajagrafindo Persada.
Rochajat. dan Ardianto Elvinaro.2012.Komunikasi
Pembangunan Perubahan Sosial.Jakarta:PT Rajagrafindo Persada.
Vina
Dwi Laning.2008.Perubahan Sosial Masa
Reformasi.Klaten:Cempaka Putih
Dwi Laning.2008.Perubahan Sosial Masa
Reformasi.Klaten:Cempaka Putih
Van
den Ban. Dan Hawkins.1999.Penyuluhan
Pertanian.Yogyakarta:KANISIUS.
den Ban. Dan Hawkins.1999.Penyuluhan
Pertanian.Yogyakarta:KANISIUS.
Nurudin.2007.Sistem Komunikasi Indonesia.Jakarta:PT
RajaGrafindo Persada.
RajaGrafindo Persada.
Paramadinamulya.1999.Refleksi Agenda Reformasi.Yogyakarta:KANISIUS,